Text
Betapa Rasulullah merindukanmu
Bibliografi : halaman 285-286
Selesai shalat Subuh berjamaah, Rasulullah SAW., menghadap jemaah dan bertanya, ""Siapakah orang yang paling menakjubkan imannya?""
Ada sahabat yang menjawab, "Malaikat."
Sahabat yang lain manyahut, "Para nabi-Nya,"
Ada juga yang berpendapat, "Sahabatmu, ya Rasulullah."
Semua jawaban tersebut ternyata salah. Lalu siapa mereka?
Rasulullah SAW., menjawab, "Kaum yang hidup sesudah kalian. Mereka membenarkan aku, padahal mereka tidak pernah menyaksikan aku. Mereka menemukan tulisan dan beriman (Al-Qur'an dan hadis). Mereka mengamalkan apa yang ada dalam tulisan itu. Mereka membelaku, seperti kalian membelaku. Alangkah inginnya aku bertemu dengan mereka."
Ternyata Rasulullah SAW., sangat rindu kepada kita...
Rindu bertemu kita, umat beliau...
Beliau rindu kepada umat yang selalu melaksanakan perintah-perintah beliau. Beliau kangen umat yang selalu menjalankan shalat meski sibuk mencari nafkah, melaksanakan puasa Ramadhan pada siang yang terik, menolak ajakan orang lain berbuat maksiat, tetap bersedekah meski kehidupan ekonomi kian berat, gemar menolong orang yang lemah, dan tetap bersabar meski hidup dalam kesusahan.
Menjelang wafat, Rasulullah SAW., sempat berucap, "Ummati... Ummati..."
Betapa Rasulullah SAW., rindu umatnya. Akankah kita membiarkan cinta beliau bertepuk sebelah tangan?
Dalam buku sederhana ini banyak keteladanan yang membuat kita semakin terperangah akan keluhuran budi pekerti beliau. Itulah jalan yang menuntun manusia menuju keselamatan dan kebahagiaan.
001/PST/KU/2022 | 297.911 ABD b | PERPUSTAKAAN SASANA ABHIPRAYA SMAN 1 TALUN (Koleksi Umum (KU - 200)) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain